You are now viewing English version of Mark Design. Do you want to view the Indonesian version?
06 October 2021
Graphic Design
Aperture adalah pembukaan diafragma pada lensa kamera. Biasanya nilai aperture ini ditandai dengan "f / angka", misalnya f / 22, f / 11, atau pada smartphone biasanya tersedia pada angka f / 2.6 ke f / 1.8. Angka di belakang huruf f / adalah nilai pembukaan lensa atau diafragma pada lensa, dan yang mana lebih besar dari angka di belakang f / maka bukaan lensa akan lebih kecil dan kebalikannya adalah yang sebaliknya.
Menurut suatu penjelasan di google, jumlah diafragma atau bukaan aperture adalah suatu hasil dari divisi panjang fokus lensa atau panjang fokus dengan nilai aperture itu sendiri. Misalnya jika panjang fokus pada suatu lensa adalah 100mm dan nilai aperturnya adalah f / 4, maka dari itu apertur akan terbuka dengan ukuran diameter 25mm (100 dibagi 4). Dan kemudian semakin kecil angka-angka di belakang f /, bukaan lensa akan lebih besar. Begitu juga, sebaliknya, semakin besar angka di belakang f / maka bukaan lensa akan semakin kecil.
Pengaruh besar dari aperture kecil pada hasil foto
Kita perlu tahu bahwa tidak semua lensa akan memiliki bukaan yang sama misalnya f / 1.8 atau lebih karena ada variasi panjang fokus yang berbeda sehingga batas aperture setiap lensa berbeda. Pada kamera smartphone itu sendiri biasanya memiliki panjang fokus dalam kisaran 2 hingga 4mm.
Biasanya, fotografer akan menggunakan lensa yang lebih besar membuka ketika Anda ingin memotret objek jarak dekat atau ingin memberikan efek blur pada objek lain yang tidak terfokus sehingga terlihat lebih dramatis.
Lalu untuk aperture yang lebih kecil kebanyakan digunakan untuk pengambilan gambar landscape atau panorama sehingga fokus atau ketajaman gambar yang diambil akan muncul lebih merata. Gambar dengan efek DOF yang berlebihan tidak baik dalam keadaan tertentu, jadi sekali lagi kita harus menyesuaikannya dengan kebutuhan kita.
Drop us your contact below, and we will respond to you shortly.